TUGAS CHASIS DAN BODY OTOMOTIF
“STEERING SYSTEM”

NAMA : DIDIK ROHMANTORO
NPM : 11320039
JURUSAN :
PTM
INSTITUT KEGURUUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
VETERAN SEMARANG
2012
COLT SS 120

Kemudi Jenis Cacing Dan Rol

Cara kerja :
Gerak putar roda kemudi dirubah menjadi gerak ayun pada lengan pitman dan, melalui roda gigi cacing rol
Konstruksi Dan Nama – Nama Bagian Roda Gigi Cacing Dan Rol

Keterangan :
1. Bantalan baut 6. Gigi cacing
2. Bantalan 7. Rol
3. Bantalan 8. Bantalan
4. Tutup 9. Bantalan
5. Tuas rol 10.Sil

Keterangan :
1. Bantalan baut 6. Gigi cacing
2. Bantalan 7. Rol
3. Bantalan 8. Bantalan
4. Tutup 9. Bantalan
5. Tuas rol 10.Sil
TOYOTA COROLA

Gigi Kemudi Jenis Rak Dan Pinion

Cara kerja :
Pinion diputar ( dengan memutar roda kemudi ) rak bergerak ( ke kiri dan ke kanan )
1. Komponen – Komponen Kemudi Model Rak Dan Pinion

1. Rumah gigi kemudi 10. Bantalan
2. Rak 11. Pinion
3. Rak 12. Bantalan
4. Baut pengunci 13. Ring perantara
5. Sil 14. Ring pengunci
6. Pegas penekan 15. Sil
7. Penekan 16. Baut pengunci
8. Sil 17. Ring penekan
9. Baut penyetel 18. Karet penutup

Cara kerja :
Pinion diputar ( dengan memutar roda kemudi ) rak bergerak ( ke kiri dan ke kanan )
1. Komponen – Komponen Kemudi Model Rak Dan Pinion

1. Rumah gigi kemudi 10. Bantalan
2. Rak 11. Pinion
3. Rak 12. Bantalan
4. Baut pengunci 13. Ring perantara
5. Sil 14. Ring pengunci
6. Pegas penekan 15. Sil
7. Penekan 16. Baut pengunci
8. Sil 17. Ring penekan
9. Baut penyetel 18. Karet penutup
TRUCK
MITSUBISHI CANTER.



Tipe recirculating ball
balls bertindak
sebagai pemutar antara worm gear dan ball nut. Kebanyakan dipakai oleh sistem
kemudi kendaraan komersil. Dengan steering gear ini, gaya putar disalurkan
melalui ball bearings dari worm gear yang ada pada steering shaft ke sector
gear pada cross shaft.
Ball nut assembly diisi dengan ball bearings yang “berputar” disepanjang tubes antara worm teeth dan alur yang ada di dalam ball nut.
Ketika steering wheel diputar, maka worm gear pada ujung steering shaft akan berputar, dan gerakan memutar bola-bola tersebut menyebabkan ball nut bergerak naik-turun disepanjang worm. Gerakan ball nut tersebut dihantarkan ke sector gear oleh gigi-gigi yang ada pada sisi ball nut. Kemudian, Sector gear bergerak dengan ball nut untuk memutar cross shaft dan mengaktifkan steering linkage. Balls berputar ulang dari satu ujung ball nut ke lainnya melalui ball return guides.
Ball nut assembly diisi dengan ball bearings yang “berputar” disepanjang tubes antara worm teeth dan alur yang ada di dalam ball nut.
Ketika steering wheel diputar, maka worm gear pada ujung steering shaft akan berputar, dan gerakan memutar bola-bola tersebut menyebabkan ball nut bergerak naik-turun disepanjang worm. Gerakan ball nut tersebut dihantarkan ke sector gear oleh gigi-gigi yang ada pada sisi ball nut. Kemudian, Sector gear bergerak dengan ball nut untuk memutar cross shaft dan mengaktifkan steering linkage. Balls berputar ulang dari satu ujung ball nut ke lainnya melalui ball return guides.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar